Monday, May 1, 2017

Politik Menjual Ketakutan

Ingat dengan film “Our Brand Is Crisis” yang dirilis 2015? Fiksi yang diterjemahkan dari dokumenter pemilihan presiden Bolivia 2002 ini dibintangi Sandra Bullock, Billy Bob Thornton, dan Anthony Mackie, mengisahkan sebuah pertarungan politik menjelang pemilihan presiden.


Dikisahkan, pada 2002, politisi Bolivia yang tidak populer, Pedro Castillo, merekrut firma konsultan politik dari Amerika Serikat. Jane Bodine (Sandra Bullock), konsultan yang sudah pensiun, akhirnya dikirim untuk membantu Castillo memenangkan pemilihan presiden.

Bodine sebenarnya muak dengan karakter Castillo, dan tak yakin tokoh itu bisa dipoles. Castillo adalah kartu mati. Namun, berkat kecerdikan Jane Bodine, Castillo mampu membalikkan keadaan dan akhirnya memenangkan pemilihan presiden, mengalahkan Rivera.

Lalu, strategi apa yang disampaian Jane Bodine kepada kliennya? “Mulai sekarang, branding kita adalah krisis,” kata Bodine, yang membuat anggota tim sukses lainnya terbengong-bengong.

Jualan dan branding mereka adalah krisis? Ya, setelah mengobservasi kehidupan sosial dan politik di Bolivia, Bodine mampu meyakinkan bahwa jualan yang akan laku keras dan dalam waktu singkat bisa dilahap oleh warga Bolivia adalah krisis dan ketakutan itu sendiri.

Bolivia memang berada di ambang krisis, dan salah satu penyebabnya adalah maraknya korupsi. Maka di setiap kampanye, tim manajemen krisis telah menggariskan isu mana yang terkait krisis dan bisa menakut-nakuti Bolivia untuk disampaikan kepada publik.

Pada akhirnya, Castillo terpilih menjadi presiden berkat jualan krisis dan ketakutan ini. Namun, baru beberapa saat menjabat, janji kampanye yang ia sampaikan kepada publik, yaitu tak akan mengundang Dana Moneter Internasional (IMF) tanpa melalui referendum, langsung dia ingkari.

Para pengikutnya  kecewa dan menggelar demo besar-besaran. Bodine menyadari branding krisis dan ketakutan yang ia ciptakan akhirnya berbuah bencana, hanya menciptakan pemimpin yang peduli pencitraan di awal dan setelahnya ingkar janji.

Maka, Bodine akhirnya memutuskan ikut dalam barisan pendemo, ikut memprotes “produk” yang ia hasilkan sendiri. Pada sekuen ini, saat Bodine memutuskan ikut barisan pendemo, air mata saya turut menetes. Seolah, ratusan bahkan jutaan "Bodine" sedang ada di sekitar saya.

Berharap fiksi belaka
Seharusnya, kisah fiksi ini berakhir di film saja, atau setidaknya hanya terjadi di Bolivia. Jangan sampai dibawa ke dunia politik nyata, apalagi dibawa ke Indonesia.

Namun, pernahkah Anda merasakan bahwa Anda adalah seorang "Bodine" yang pernah mengantarkan seseorang untuk mencapai puncak kekuasaan dalam sebuah pemilihan?

Saya ingat betul, saat diberitahu oleh seorang teman di kampung, bahwa dia sampai menelepon saudara-saudaranya di tempat lain, agar memilih tokoh politik yang ini, bukan yang itu. Alasannya, kurang lebih, tokoh politik yang itu jualannya terlalu begitu, dan tokoh yang ini jualannya begini.

Saya tahu, teman saya tersebut akhirnya menjadi seperti Bodine. Tak habis mengerti dengan perubahan sikap politik dari tokoh yang telah dipilihnya, dan kini menjadi anggota barisan yang mengkritik sang politisi yang dulu ia pilih.


Salah satu kritik dia adalah, tokoh politik yang satu ini kini bertindak seolah-olah tak mampu membedakan mana “lawan” dan mana “kawan”.

Jualan politik yang dikemas apik oleh para tim sukses di era modern ini kadang memang melenakan calon pemilih. Para manajer krisis ini dengan cantik mampu membungkus “kucing” untuk dijual sebagai “harimau”, atau dengan mudah mampu mencitrakan kandidat lain sebagai “kucing”, bukan “harimau”.

Salah satu tugas tim sukses adalah bagaimana menjual kandidat biasa saja menjadi kandidat yang mengilap. Jangan-jangan, jualan krisis seperti di film “Our Brand Is Crisis” masih menjadi tren di Indonesia? Jangan-jangan, manajer krisis dan manajer ketakutan hingga saat ini masih saja sedang bekerja?

Jika memang demikian, pantas saja hingga kini jualan krisis dan ketakutan masih laku keras di negeri ini. Kini, isu yang sedang berkembang adalah jualan ketakutan.

Ketakutan ala Indonesia
Orang-orang di penjuru Tanah Air saat ini sedang takut-takutnya jika dituduh menyebarkan paham komunisme atau dikaitkan dengan PKI. Terlepas apakah ketakutan itu riil atau tidak, namun strategi ini berhasil menciptakan krisis dan ketakutan.

Walau para pejabat sendiri sudah mengatakan, secara teknis PKI tak akan mampu bangkit lagi di Indonesia, namun tetap saja jualan ketakutan akan bangkitnya PKI terus digeber di berbagai daerah. Secara hukum sebenarnya sudah tak ada celah untuk khawatir bahwa PKI akan hidup lagi di Tanah Air.

Secara tren, tak ada lagi alasan untuk takut bahwa komunisme akan hidup dan tumbuh lagi di Indonesia. Tapi, seperti dalam film itu, jika memang ini hanya sekadar jualan politik, maka bagi konsultan politik, tak perlu lagi menyusun logika bahwa jalan ini adalah yang paling masuk akal bagi pilihan negeri ini.


Entah siapa yang menjadi manajer jualan ketakutan ini, namun tampaknya tak ada suara keberatan dari mereka yang sedang berkuasa. Kita tak ingin PKI bangkit di Indonesia.

Namun, aksi jualan ketakutan ini bukankah justru memicu banyak orang untuk kembali ingin tahu apa itu PKI dan komunisme?

Di sisi lain, negara justru makin dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan mendasar dari masyarakat sipil, apakah masih bisa melindungi warganya dari ancaman penangkapan-penangkapan dan pembubaran-pembubaran diskusi yang tidak prosedural? Bukankah ini justru jualan yang gagal?

Siapa yang sebenarnya menjual dan siapa yang sebenarnya saat ini yang sedang membeli? Banyak dari kita yang tak tahu jawabannya. Namun, banyak "Bodine-Bodine" Indonesia yang pasti akan dibuat kecewa dengan strategi branding dan marketing katakutan tak logis ini.

Di banyak negara demokratis, jualan ketakutan ini sudah usang dan sudah ditinggalkan, berganti dengan tema-tema yang memberi harapan, persatuan, dan merengkuh masa depan. Mereka percaya, ketakutan, kebencian, dan perpecahan tak akan membawa kita ke mana-mana, bahkan bisa kembali ke masa silam yang kelam.

Wali Kota London, Inggris, yang baru saja terpilih, Sadiq Khan, terbukti telah mampu membuktikan bahwa politik jualan ketakutan telah berakhir. Khan adalah Muslim pertama di London yang berhasil menjabat Wali Kota, mengalahkan strategi kampanye dari rivalnya yang menjual ketakutan dan perpecahan.

Kini, di kancah jasa konsultasi poltik sudah banyak berbagai peralatan modern berbasis teknologi informasi yang bisa digunakan untuk mengukur efektivitas sebuah branding politik. 

Bagi yang percaya masih ada masa depan untuk politik ketakutan, silakan gunakan jasa konsultan yang dipercaya untuk mengukur hasilnya. Masih ingin lanjut?


36 Strategi Sun Tzu

Tiga Puluh Enam Strategi (Hanzi三十六) adalah sebuah koleksi sajak Tiongkok yang mengulas taktik-taktik kemiliteran.
Buku ini memuat 36 skenario perang dalam sejarah Tiongkok Juga dikenal sebagai "36 Taktik", utamanya diambil dari kisah fabel sejarah Tiongkok pada Zaman Negara-negara Berperang dan Zaman Tiga Negara.
Lebih banyak disampaikan melalui cerita mulut ke mulut daripada sebuah dokumen tertulis, dan telah banyak penulis di Tiongkok yang berusaha untuk mengompilasi "36 Strategi" dari berbagai cerita turun-temurun tersebut.
Secara umum, orang-orang Tiongkok mengatakan bahwa, "Hanya ada 36 Strategi di bawah langit", menandakan bahwa semua strategi perang modern ataupun klasik merupakan variasi dari 36 Strategi dasar tersebut.


Fakta bahwa "36 Strategi" yang telah diterjemahkan pada Pendidikan Militer Barat, menunjukkan adanya kesamaan dengan strategi-strategi yang biasa digunakan dalam perang-perang sebelumnya di Barat.
Dalam waktu yang tidak terlalu lama sejak ditemukan di Tiongkok Daratan, dokumen tersebut menjadi sedemikian populer di dalam dan dan di luar Tiongkok. Kerap dihubungkan dengan Seni Perang Sun Tzu, namun ia lebih merupakan sebuah buku tentang taktik daripada sebuah buku strategi.
"36 Strategi" diidentikkan dengan Sun Tzu, tetapi hal ini mungkin tidak terlalu benar. Sun Tzu hidup dalam periode Musim Semi dan Gugur di Tiongkok, sementara hampir seluruh 36 sajak tersebut berada pada periode setelahnya.
1.   Strategi 1 Perdaya Langit untuk melewati Samudera. Bergerak di kegelapan dan bayang-bayang, menggunakan tempat-tempat tersembunyi, atau bersembunyi di belakang layar hanya akan menarik kecurigaan. Untuk memperlemah pertahanan musuh anda harus bertindak di tempat terbuka menyembunyikan maksud tersembunyi anda dengan aktivitas biasa sehari-hari.
2.    Strategi 2 Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao. Ketika musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga yang dimilikinya. Ketahui bahwa musuh tidak selalu kuat di semua hal. Entah dimana, pasti ada celah di antara senjatanya, kelemahan pasti dapat diserang. Dengan kata lain, anda dapat menyerang sesuatu yang berhubungan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya secara psikologis.
3.   Strategi 3 Pinjam tangan seseorang untuk membunuh. (Bunuh dengan pisau pinjaman.) Serang dengan menggunakan kekuatan pihak lain (karena kekuatan yang minim atau tidak ingin menggunakan kekuatan sendiri). Perdaya sekutu untuk menyerang musuh, sogok aparat musuh untuk menjadi pengkhianat, atau gunakan kekuatan musuh untuk melawan dirinya sendiri.
4.    Strategi 4 Buat musuh kelelahan sambil menghemat tenaga. Adalah sebuah keuntungan, merencanakan waktu dan tempat pertempuran. Dengan cara ini, anda akan tahu kapan dan di mana pertempuran akan berlangsung, sementara musuh anda tidak. Dorong musuh anda untuk menggunakan tenaga secara sia-sia sambil anda mengumpulkan/menghemat tenaga. Saat ia lelah dan bingung, anda dapat menyerangnya.
5. Strategi 5 Gunakan kesempatan saat terjadi kebakaran untuk merampok lainnya. (Merampok sebuah rumah yang terbakar.) Saat sebuah negara mengalami konflik internal, ketika terjangkit penyakit dan kelaparan, ketika korupsi dan kejahatan merajalela, maka ia tidak akan bisa menghadapi ancaman dari luar. Inilah waktunya untuk menyerang.
6.    Strategi 6 Berpura-pura menyerang dari timur dan menyeranglah dari barat. Pada tiap pertempuran, elemen dari sebuah kejutan dapat menghasilkan keuntungan ganda. Bahkan ketika berhadapan langsung dengan musuh, kejutan masih dapat digunakan dengan melakukan penyerangan saat mereka lengah. Untuk melakukannya, anda harus membuat perkiraan akan apa yang ada dalam benak musuh melalui sebuah tipu daya.
7.  Strategi Berhadapan dengan Musuh Strategi 7 Buatlah sesuatu untuk hal kosong. Anda menggunakan tipu daya yang sama dua kali. Setelah breaksi terhadap tipuan pertama dan –biasanya- kedua, musuh akan ragu-ragu untuk bereaksi pada tipuan yang ketiga. OLeh karenanya, tipuan ketiga adalah serangan sebenarnya untuk menangkap musuh saat pertahanannya lemah.
8.    Strategi 8 Secara rahasia pergunakan lintasan Chen Chang. (Perbaiki jalan utama untuk mengambil jalan lain.) Serang musuh dengan dua kekuatan konvergen. Yang pertama adalah serangan langsung, sesuatu yang sangat jelas dan membuat musuh mempersiapkan pertahanannya. Yang kedua secara tidak langsung, sebuah serangan yang menakutkan, musuh tidak mengira dan membagi kekuatannya sehingga pada saat-saat terakhir mengalami kebingungan dan kemalangan.
9.    Strategi 9 Pantau api yang terbakar sepanjang sungai. Tunda untuk memasuki wilayah pertempuran sampai seluruh pihak yang bertikai mengalami kelelahan akibat pertempuran yang terjadi antar mereka. Kemudian serang dengan kekuatan penuh dan habiskan.
10.  Strategi 10 Pisau tersarung dalam senyum. Puji dan jilat musuh anda. Ketika anda mendapat kepercayaan darinya, anda bergerak melawannya secara rahasia.
11. Strategi 11 Pohon prem berkorban untuk pohon persik. (Mengorbankan perak untuk mempertahankan emas.) Ada suatu keadaan dimana anda harus mengorbankan tujuan jangka pendek untuk mendapatkan tujuan jangka panjang. Ini adalah strategi kambing hitam dimana seseorang akan dikorbankan untuk menyelamatkan yang lain.
12.  Strategi 12 Mencuri kambing sepanjang perjalanan (Ambil kesempatan untuk mencuri kambing.) Sementara tetap berpegang pada rencana, anda harus cukup fleksibel untuk mengambil keuntungan dari tiap kesempatan yang ada sekecil apapun.
13.  Strategi Penyerangan Strategi 13 Kagetkan ular dengan memukul rumput di sekitarnya. Ketika anda tidak mengetahui rencana lawan secara jelas, serang dan pelajari reaksi lawan. Perilakunya akan membongkar strateginya.
14.  Strategi 14 Pinjam mayat orang lain untuk menghidupkan kembali jiwanya. (Menghidupkan kembali orang mati.) Ambil sebuah lembaga, teknologi, atau sebuah metode yang telah dilupakan atau tidak digunakan lagi dan gunakan untuk kepentingan diri sendiri. Hidupkan kembali sesuatu dari masa lalu dengan memberinya tujuan baru atau terjemahkan kembali, dan bawa ide-ide lama, kebiasaan, dan tradisi ke kehidupan sehari-hari.
15.  Strategi 15 Giring macan untuk meninggalkan sarangnya. Jangan pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan akibat posisinya yang baik. Giring mereka untuk meninggalkan sarangnya sehingga mereka akan terjauh dari sumber kekuatannya.
16.  Strategi 16 Pada saat menangkap, lepaslah satu orang. Mangsa yang tersudut biasanya akan menyerang secara membabi buta. Untuk mencegah hal ini, biarkan musuh percaya bahwa masih ada kesempatan untuk bebas. Hasrat mereka untuk menyerang akan teredam dengan keinginan untuk melarikan diri. Ketika pada akhirnya kebebasan yang mereka inginkan tersebut tak terbukti, moral musuh akan jatuh dan mereka akan menyerah tanpa perlawanan.
17. Strategi 17 Melempar Batu Bata untuk mendapatkan Giok. Persiapkan sebuah jebakan dan perdaya musuh anda dengan umpan. Dalam perang, umpan adalah ilusi atas sebuah kesempatan untuk memperoleh hasil. Dalam keseharian, umpan adalah ilusi atas kekayaan, kekuasaan, dan sex.
18. Strategi 18 Kalahkan musuh dengan menangkap pemimpinnya. Jika tentara musuh kuat tetapi dipimpin oleh komandan yang mengandalkan uang dan ancaman, maka ambil pemimpinnya. Jika komandan mati atau tertangkap maka sisa pasukannya akan terpecah belah atau akan lari ke pihak anda. Akan tetapi jika pasukan terikat atas sebuah loyalitas terhadap pimpinannya, maka berhati-hatilah, pasukan akan dapat melanjutkan perlawanan dengan motivasi balas dendam.
19.  Strategi Chaos/Kekacauan Strategi 19 Jauhkan kayu bakar dari tungku masak. (Lepaskan pegangan kayu dari kapaknya.) Ketika berhadapan dengan musuh yang sangat kuat untuk menghadapinya secara langsung anda harus melemahkannya dengan meruntuhkan pondasinya dan menyerang sumberdayanya.
20.  Strategi 20 Memancing di air keruh. Sebelum menghadapi pasukan musuh, buatlah sebuah kekacauan untuk memperlemah persepsi dan pertimbangan mereka. Buatlah sesuatu yang tidak biasa, aneh, dan tak terpikirkan sehingga menimbulkan kecurigaan musuh dan mengacaukan pikirannya. Musuh yang bingung akan lebih mudah untuk diserang.
21.  Strategi 21 Lepaskan kulit serangga. (Penampakan yang salah menipu musuh.) Ketika anda dalam keadaan tersudut, dan anda hanya memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan harus mengonsolidasi kelompok, buatlah sebuah ilusi. Sementara perhatian musuh terfokus atas muslihat yang anda lakukan, pindahkan pasukan anda secara rahasia di belakang muka anda yang terlihat.
22.  Strategi 22 Tutup pintu untuk menangkap pencuri. Jika anda memiliki kesempatan untuk menangkap seluruh musuh maka lakukanlah, sehingga dengan demikian pertempuran akan segera berakhir. Membiarkan musuh untuk lepas akan menanam bibit dari konflik baru. Akan tetapi jika mereka berhasil melarikan diri, berhati-hatilah dalam melakukan pengejaran.
23. Strategi 23 Berteman dengan negara jauh dan serang negara tetangga. Jamak diketahui bahwa negara yang berbatasan satu sama lain menjadi musuh sementara negara yang terpisah jauh merupakan sekutu yang baik. Ketika anda adalah yang terkuat di sebuah wilayah, ancaman terbesar adalah dari terkuat kedua di wilayah tersebut, bukan dari yang terkuat di wilayah lain.
24. Strategi 24 Cari lintasan aman untuk menjajah Kerajaan Guo. Pinjam sumberdaya sekutu untuk menyerang musuh bersama. Sesudah musuh dikalahkan, gunakan sumberdaya tersebut untuk menempatkan sekutu anda pada posisi pertama –untuk diserang.
25.  Strategi 25 Gantikan balok dengan kayu jelek. Kacaukan formasi musuh, ganggu metode operasinya, ubah aturan-aturan yang digunakannya, buatlah sebuah hal yang berlawanan dengan latihan standarnya. Dengan cara ini anda telah meruntuhkan tiang-tiang pendukung yang dibutuhkan oleh musuh dalam membangun pasukan yang efektif.
26. Strategi 26 Lihat pada pohon murbei dan ganggu ulatnya. Untuk mendisiplinkan, mengontrol, dan mengingatkan suatu pihak yang status atau posisinya di luar konfrontasi langsung; gunakan analogi atau sindiran. Tanpa langsung menyebut nama, pihak yang tertuduh tidak akan dapat memukul balik tanpa keberpihakan yang jelas.
27. Strategi 27 Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan macan. (Bergaya bodoh.) Sembunyi di balik topeng ketololan, mabuk, atau gila untuk menciptakan kebingungan atas tujuan dan motivasi anda. Giring lawan anda ke dalam sikap meremehkan kemampuan anda sampai pada akhirnya terlalu yakin akan diri sendiri sehingga menurunkan level pertahanannya. Pada situasi ini anda dapat menyerangnya.
28. Strategi 28 Jauhkan tangga ketika musuh telah sampai di atas (Seberangi sungai dan hancurkan jembatan.) Dengan umpan dan tipu muslihat giring musuh anda ke dalam daerah berbahaya. Kemudian putus jalur komunikasi dan jalan untuk melarikan diri. Untuk menyelamatkan dirinya, dia harus bertarung dengan kekuatan anda dan sekaligus elemen alam.
29. Strategi 29 Hias pohon dengan bunga palsu. Menempelkan kembang sutera di atas pohon memberikan sebuah ilusi bahwa pohon tersebut sehat. Dengan menggunakan muslihat dan penyamaran akan membuat sesuatu yang tak berarti tampak berharga; tak mengancam kelihatan berbahaya; bukan apa-apa kelihatan berguna.
30.  Strategi 30 Buat tuan rumah dan tamu bertukar tempat. Kalahkan musuh dari dalam dengan menyusup ke dalam benteng lawan di bawah muslihat kerjasama, penyerahan diri, atau perjanjian damai. Dengan cara ini anda akan menemukan kelemahan dan kemudian saat pasukan musuh sedang beristirahat, serang secara langsung ke jantung pertahanannya
31.  Strategi 31 Jebakan indah. (jebakan bujuk rayu, gunakan seorang perempuan untuk menjebak seorang laki-laki.) Kirim musuh anda perempuan-perempuan cantik yang akan menyebabkan perselisihan di basis pertahanannya. Strategi ini dapat bekerja pada tiga tingkatan. Pertama, penguasa akan terpesona oleh kecantikannya sehingga akan melalaikan tugasnya dan tingkat kewaspadaannya akan menurun. Kedua, para laki-laki akan menunjukkan sikap agresifnya yang akan menyulut perselisihan kecil di antara mereka, menyebabkan lemahnya kerjasama dan jatuhnya semangat. Ketiga, para perempuan akan termotivasi oleh rasa cemburu dan iri, sehingga akan membuat intrik yang pada gilirannya akan semakin memperburuk situasi.
32.  Strategi 32 Kosongkan benteng. (Jebakan psikologis, benteng yang kosong akan membuat musuh berpikir bahwa benteng tersebut penuh dengan jebakan.) Ketika musuh kuat dalam segi jumlah dan situasinya tidak menuntungkan bagi diri anda, maka tanggalkan seluruh muslihat militer dan bertindaklah seperti biasa. Jika musuh tidak mengetahui secara pasti situasi anda, tindakan yang tidak biasanya ini akan meningkatkan kewaspadaan. Dengan sebuah keberuntungan, musuh akan mengendorkan serangan.
33. Strategi 33 Biarkan mata-mata musuh menyebarkan konflik di wilayah pertahanannya. (Gunakan mata-mata musuh untuk menyebarkan informasi palsu.) Perlemah kemampuan tempur musuh anda dengan secara diam-diam membuat konflik antara musuh dan teman, sekutu, penasihat, komandan, prajurit, dan rakyatnya. Sementara ia sibuk untuk menyelesaikan konflik internalnya, kemampuan tempur dan bertahannya akan melemah.
34.  Strategi 34 Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan musuh. (Masuk pada jebakan; jadilah umpan.) Berpura-pura terluka akan mengakibatkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, musuh akan bersantai sejenak oleh karena dia tidak melihat anda sebagai sebuah ancaman serius. Yang kedua adalah jalan untuk menjilat musuh anda dengan berpura-pura luka oleh sebab musuh merasa aman.
35.  Strategi 35 Ikat seluruh kapal musuh secara bersamaan (Jangan pernah bergantung pada satu strategi.) Dalam hal-hal penting, seseorang harus menggunakan beberapa strategi yang dijalankan secara simultan. Tetap berpegang pada rencana berbeda-beda yang dijalankan pada sebuah skema besar; dengan cara ini, jika satu strategi gagal, anda masih memiliki beberapa strategi untuk tetap maju.

36.  Strategi 36 Selain dari semua hal di atas, salah satu yang paling dikenal adalah strategi ke 36: lari untuk bertempur di lain waktu. Hal ini diabadikan dalam bentuk peribahasa Cina: ”Jika seluruhnya gagal, mundur” Jika keadaannya jelas bahwa seluruh rencana aksi anda akan mengalami kegagalan, mundurlah dan konsolidasi pasukan. Ketika pihak anda mengalami kekalahan hanya ada tiga pilihan: menyerah, kompromi, atau melarikan diri. Menyerah adalah kekalahan total, kompromi adalah setengah kalah, tapi melarikan diri bukanlah sebuah kekalahan. Selama anda tidak kalah, anda masih memiliki sebuah kesempatan untuk menang!

Sunday, April 30, 2017

Hari Buruh Internasional 2017

Hari Buruh pada umumnya dirayakan pada tanggal 1 Mei, dan dikenal dengan sebutan May Day. Hari buruh ini adalah sebuah hari libur (di beberapa negara) tahunan yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh.

May Day adalah hari libur di banyak kota di dunia, dan hari ini memiliki banyak arti untuk banyak orang. Untuk beberapa orang, hari ini adalah waktu untuk merayakan musim semi. Sedangkan bagi yang lain, ini adalah hari untuk mengenang para pekerja di seluruh dunia.

Satu Mei ditetapkan sebagai hari perjuangan kelas pekerja dunia pada Konggres 1886 oleh Federation of Organized Trades and Labor Unions untuk, selain memberikan momen tuntutan delapan jam sehari, memberikan semangat baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik masif di era tersebut. Tanggal 1 Mei dipilih karena pada 1884 Federation of Organized Trades and Labor Unions, yang terinspirasi oleh kesuksesan aksi buruh diKanada 1872, menuntut delapan jam kerja di Amerika Serikat dan diberlakukan mulai 1 Mei 1886.



Di Indonesia, Pemerintah menjadikan Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei sebagai hari libur nasional yang dimulai pada 2014.

Pada peringatan Hari Buruh Internasional ini, para buruh/pekerja biasanya menyuarakan aksinya melalui protes-protes terhadap kebijakan pemerintan ataupun pengusaha yang terkadang tidak berpihak kepada para buruh/pekerja.

Pada Tahun 2017 ini, topik utama dari peringatan Hari Buruh Internasional di Indonesia adalah hapus outsourcing dan sistem magang, jaminan sosial pekerja, dan tolak upah murah.

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, DPD K.SPSI NTT sebagai salah satu organisasi serikat pekerja juga membawa tema peringatan May Day yang sama dalam topik yang lebih berfokus terhadap masalah-masalah utama yang selalu dihadapi oleh para buruh/pekerja di Provinsi Nusa Temggara Timur.

Terkait outsourcing dan magang, bila berdasarkan   Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenakertrans) Nomor 19 Tahun 2012 hanya ada lima jenis pekerjaan yang bisa diterapkan sistem outsourcing dan magang. Kelima pekerjaan yang dimaksud adalah cleaning service, catering, security, driver, dan jasa penunjang perminyakan. Namun kenyataannya, banyak perusahaan penyedia jasa outsourcing menyediakan pekerjaan di luar lima bidang tersebut. Pada sistem magang  cara kerjanya pun disamakan dengan karyawan pada umumnya juga dinilai tidak adil, terlebih mereka yang magang dibayar lebih kecil dengan beban yang sama dengan pekerja full time.

Berkaitan dengan jaminan sosial pekerja, salah satu yang menjadi catatan adalah masih banyak pengusaha yang belum memberikan jaminan keselamatan kerja kepada pekerja/buruh (BPJS Ketenagakerjaan). Hal ini tentu saja sangat merugikan buruh/pekerja.

Dan yang terakhir adalah tolak upah murah, dimana masih juga ada pengusaha yang membayar gaji para pekerja/buruh tidak sesuai dengan UMP yang ada bahkan ada pengusaha yang membayar gaji para buruh/pekerja dengan upah murah yang sangat tidak berprikemanusiaan.

Dengan begitu banyaknya persoalan terhadap para Buruh/pekerja, diharapkan melalui Hari Buruh Internasional pada tanggal 1 Mei 2017 ini menjadi pedoman bagi Pemerintah, pengusaha, buruh/pekerja dan serikat pekerja untuk dapat bersatupadu dalam mewujudkan kesejahteraan bagi pekerja/buruh, sebab kehidupan ekonomi sebuah negara selalu berawal dari kerja keras para buruh/pekerja.

Salam Pekerja.

Wednesday, April 26, 2017

Eksotika Pantai Nunbaun Sabu


Tak lengkap rasanya jika kamu belum pernah menikmati sederet keindahan dan keelokan pantai di Kota Kupang. Wisata pantai di Kota Kupang terkenal dengan pantainya yang masih asri. Hal inilah yang membuat pantai di Kota Kupang memiliki kecantikan tersendiri dibanding pantai di daerah lain.


Salah satu sudut Pantai Nunbaun Sabu

Berbicara tentang keindahan pantai di Kota Kupang, tak salah jika kita menyisikan sedikit waktu untuk menyusuri salah satu pantai yang ada di Kota Kupang yaitu Pantai Nunbaun Sabu yang berada di Kelurahan Nunbaun Sabu Kecamatan Alak.

Pantai yang terletak di pinggir jalan menuju ke arah Pelabuhan Tenau dan Pelabuhan Bolok ini selain memiliki keindahan dan pesona yang memikat mata serta juga memiliki panorama yang khas yang tentu saja berbeda dengan pantai lainnya di kota Kupang dan daerah lain. 

Salah Satu Sudut Pantai Nunbaun Sabu

Dari pantai ini, mata kita juga akan disajikan pemandangan pada sisi barat pantai yang terdapat Pelabuhan Rakyat (Pelra) yang menghubungkan pelayaran rakyat dari Kota kupang ke daerah lainnya di sekitaran Pulau Timor dan juga barisan pohon lontar yang berbaris rapi di ujung pulau. 

Bagi yang berkunjung ke Kota Kupang, jangan lupa untuk singgah dan menikmati pesona dan keindahan Pantai Nunbaun Sabu ini.

Keberadaan Uang Logam di Kota Kupang

Uang logam atau kadangkala disebut koin (dari bahasa Inggris coin) adalah logam yang digunakan sebagai alat transaksi ekonomi dan biasanya diterbitkan oleh pemerintah. Biasanya uang logam berbentuk bulat meski hal ini tidak selalu demikian. Sebuah uang logam biasanya memiliki dua sisi: sisi yang menampilkan nilai uang yang diwakili dan sisi sebaliknya yang biasanya berbentuk gambar. Uang logam dari negara-negara kerajaan biasanya menampilkan gambar kepala negara pada sisi terakhir ini.

Uang logam telah memiliki sejarah ribuan tahun meski tidak diketahui dengan pasti dari mana dan kapan uang logam pertama dibuat. 

Indonesia dengan mata uangnya rupiah merupakan alat pembayaran yang dilakukan masyarakat untuk bertransaksi yang sah. Dalam uang rupiah Bank Indonesia (BI) mengeluarkan jenis kertas dan logam, untuk menentukan pecahaannya. Di antara dua jenis tersebut logam dicetak untuk nominal yang paling rendah. Mulai Rp 1 sampai dengan Rp 1.000, sedangkan uang kertas saat ini di nominal terendahnya Rp 1.000 sampai dengan Rp 100.000.



Uang logam diedarkan BI dengan harapan masa edarnya lebih lama di bandingkan dengan kertas, namun demikian saat ini dibeberapa daerah masyarakat sudah tidak mau lagi menggunakan uang logam.

Pada akhir-akhir ini di Kota Kupang, penggunaan uang logam atau uang coin mengalami suatu kemunduran. Pada beberapa Kios asongan beberapa penjual menolak penggunaan uang logam ini, terlebih dengan nilai Rp. 100,- hingga Rp. 200,-

Penyebab dari penolakan para penjual di kios asongan dalam menggunakan uang logam ini dikarenakan banyaknya pembeli yang menolak pengembalian uang dalam bentuk logam apalagi dalam bentuk Rp. 100,- atau Rp. 200,-. Selain itu berbagai alasan mengemukakan penyebab uang logam tak lagi digunakan di antaranya, para penjual kios asongan tidak menerima jika ada pembeli yang menggunakan uang logam. Jika menggunakan uang logam, biasanya oleh penjual kios asongan langsung ditolak, sehingga karena prilaku tersebut lambat-laun uang logam tak digunakan lagi untuk berbelanja di warung atau toko.

Disatu sisi berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang mengatakan Rupiah wajib dipergunakan dalam setiap transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran, penyelesaian kewajiban lainnya yang harus dipenuhi dengan uang, dan/atau transaksi keuangan lainnya yang dilakukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Dengan demikian masyarakat di Kota Kupang pun wajib menggunakan uang kertas dan logam. Sehingga adanya anggapan masyarakat hanya uang kertas yang berlaku adalah salah.Sebab sampai saat ini belum ada kebijakan yang mengatur tentang tidak adanya penggunaan uang logam.

Padahal jika uang logam sudah tidak digunakan lagi dalam bertransaksi dampak yang ditimbulkannya cukup besar bagi perekonomian, antara lain inflasi di daerah tersebut menjadi lebih tinggi. 

Dengan adanya keenganan ini tentu saja menyulitkan pembeli yang menggunakan uang logam dan juga secara langsung membuat peredaran uang logam menjadi terhambat. 

Dengan adanya penolakan penggunaan dari para penjual dan para pembeli dalam memakai uang logam saat ini, pemerintah sudah harus bisa membuat satu langkah strategis agar nantinya penolakan masyarakat terhadap pengunaan uang logam tidak terjadi lagi terutama di kios-kios asongan. Langkah tersebut antara lain perlu ditingkatkan sosialisasi bukannya hanya mengenai penggunaan uang rupiah saja tetapi sanksi yang di berikan jika tidak mematuhi peraturan yang ada berdasarkan Undang-undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dan peraturan Bank Indonesia No.17/3/PBI/2005 tentang kwajiban penggunaan uang rupiah di NKRI. Untuk itu bagi setiap orang yang tidak menggunakan dan atau menolak menerima uang rupiah (Uang kertas dan uang logam) untuk transaksi pembayaran di wilayah NKRI di kenakan hukuman pidana kurungan dan pidana denda.

Wednesday, April 12, 2017

Memaknai Belis Sebagai Bagian Adat Istiadat

Mahar atau mas kawin atau yang dikenal di Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur pada umumnya sebagai "belis" adalah harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki (atau keluarganya) kepada mempelai perempuan (atau keluarga dari mempelai perempuan) pada saat pernikahan. Istilah yang sama pula digunakan sebaliknya bila pemberi mahar atau mas kawin atau belis adalah pihak keluarga atau mempelai perempuan.

Secara antropologi, mahar atau mas kawin atau belis seringkali dijelaskan sebagai bentuk lain dari transaksi jual beli sebagai kompensasi atas kerugian yang diderita pihak keluarga perempuan karena kehilangan beberapa faktor pendukung dalam keluarga seperti kehilangan tenaga kerja, dan berkurangnya tingkat fertilitas dalam kelompok.




Meskipun tidak ada sumber resmi yang menyebutkan secara jelas, berdasarkan penelusuran di https://id.m.wikipedia.org/wiki/Mahar, budaya mahar atau mas kawin atau belis dipercaya sudah ada sejak zaman purbakala seiring dengan berkembangnya peradaban manusia. Penemuan tertua yang mengatur tentang tata cara pemberian mahar atau mas kawin atau belis tercatat pada piagam Hammurabi yang menyebutkan:

  •  Seorang laki-laki yang telah memberikan mahar kepada seorang mempelai wanita, namun mempersunting wanita lain tidak berhak mendapat pengembalian atas mahar yang telah diberikannya. Apabila ayah dari mempelai wanita menolak menikahkan maka laki-laki tersebut berhak atas pengembalian mahar yang telah diberikannya.
  • Jika seorang istri meninggal tanpa sempat melahirkan seorang anak laki-laki,ayah dari istri tersebut harus memberikan mahar sebagai denda kepada pihak laki-laki, setelah dikurangi nilai dari mahar yang diberikan pihak laki-laki.

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Belis sebagai bagian dari adat sangat mendominasi dalam sebuah proses perkawinan. Tapi sekarang ini belis di lihat sebagai ”prestise” bagi sebagian orang.

Mengapa bisa menjadi demikian?? Ini tentu saja dipengaruhi oleh pemikiran sekarang ini bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin tinggi pula harga belis yang harus dibayarkan. Disatu sisi belis yang besar kadang menimbulkan efek negatif yang besar pula. Beban utang yang terkadang harus ditanggung dan yang lebih parah adalah beban mental.

Kisah Nando dan Thomas pada berita di media online Merdeka.com (https://m.merdeka.com/peristiwa/tradisi-belis-budaya-mencekik-leher-warga-ntt.html) mungkin dapat menjadi referensi bagi para orang tua sekarang ini untuk dapat kembali memaknai artian belis yang sesungguhnya di masa sekarang ini.

Dalam berita di media online Merdeka.com ( https://m.merdeka.com/peristiwa/tradisi-belis-budaya-mencekik-leher-warga-ntt.html) diceritakan bahwa pengeluhan terhadap besaran nilai dari belis menjadi satu beban berat yang pada akhirnya menjerat kembali kepada salah satu calon pengantin.

Oleh karena itu belis sebagai suatu bagian dari adat istiadat harus perlu ditata ulang agar nantinya tidak menjadi beban berat bagi kaum muda-mudi yang ingin melaksanakan pernikahan dan bukan hanya penataan ulang, tapi logika dari nilai belis itu sendiri perlu diluruskan sekaligus menjawab apa esensi di balik harga belis itu sendiri.

Tuesday, April 11, 2017

Pantai Mali di Kabupaten Alor

Pantai Mali berada di Desa Kabola Kecamatan Teluk Mutiara dengan jarak 15 KM dari kota Kalabahi. Pantai ini menyajikan air yang tenang dengan pasir putih dan taman wisata alam laut yang indah serta rimbunan pohon kelapa yang sarat berbuah.

Menikmati pagi di Pantai Mali, Kabupaten Alor


Pantai Mali berada di dekat Bandara Udara Mali di Ibukota Kabupaten Alor, Kalabahi. Apabila kita mengunjunggi Kota Kalabahi, maka kita dapat melihat lokasi pantai ini selepas keluar dari Bandara Udara Mali.

Dari Kota Kalabahi, Pantai ini bisa dikunjungi dengan mengunakan bemo ataupun jasa ojek yang ada di Kota Kalabahi. Apabila menggunakan jasa ojek maka diperlukan biaya ±Rp. 20.000,- untuk dapat pergi ke Pantai ini.

Pasir putih yang menghiasi bibir pantai dengan jejeran pohon kelapa yang menjulang bak mahkota di Pantai Mali menjadi pesona utama bagi setiap orang yang ingin menikmati keindahan pantai ini dan sangat bagus untuk diabadikan melalui jepretan-jepretan kamera.

Salah satu pemandangan Pantai Mali, Kabupaten Alor

Selain pesona pasir putih yang menghiasi pantai, di Pantai Mali kita juga dapat menyaksikan keriangan dan keceriaan dari anak-anak di sekitar pantai yang berlomba-lomba untuk menceburkan diri ke dalam air laut dari pinggiran pelabuhan tradisional kecil yang berada di pantai tersebut, yang tentu saja menggundang kita untuk dapat menikmati  pesona alam di Kabupaten Alor yang sangat menakjubkan.

Pemandangan dari Pelabuhan Tradisional 
di Pantai Mali, Kabupaten Alor

Di Pantai Mali ini kita juga dapat menikmati segarnya air kelapa muda yang dapat diperoleh dari para penjual kelapa muda yang berada di depan jalan masuk kea rah pantai ini.

Bagi yang akan berkunjung ke Kabupaten Alor, khususnya Kota Kalabahi, tidak salah jika menyisipkan sedikit waktu untuk dapat menikmati keindahan dan pesona Pantai Mali ini.


Entri yang Diunggulkan

Museum Daerah 1000 Moko Kabupaten Alor

Jika anda mengunjungi Kabupaten Alor, khusunya Kota Kalabahi, belum lengkap rasanya jika belum menyinggahi Museum Daerah Alor " Museum ...